Sabtu, 20 Juni 2026

 

Resensi Buku



Analisis Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat: Bicara Fakta dan Data

Penulis: Ferdinal Asmin dan Hendrio Fadly
Penerbit: Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat
Tahun Terbit: 2026

Ketika Bencana Harus Dibaca dengan Data, Bukan Asumsi

Di tengah maraknya perdebatan mengenai penyebab banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya, buku Analisis Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat: Bicara Fakta dan Data hadir sebagai upaya untuk mengembalikan diskusi publik kepada fakta, data, dan analisis ilmiah. Buku ini disusun sebagai respons terhadap berbagai kejadian bencana yang melanda Sumatera Barat pada akhir tahun 2025, terutama setelah periode kemarau panjang yang kemudian diikuti oleh curah hujan ekstrem akibat pengaruh Siklon Senyar.

Buku ini tidak sekadar menjelaskan bahwa hujan menyebabkan banjir atau longsor menyebabkan banjir bandang. Lebih dari itu, penulis berusaha menunjukkan bahwa bencana merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari iklim, curah hujan, topografi, geologi, jenis tanah, kondisi daerah aliran sungai, hingga karakteristik bentang alam.

Kekuatan Utama: Berani Melawan Penyederhanaan

Salah satu kekuatan terbesar buku ini adalah keberaniannya untuk menghindari penyederhanaan penyebab bencana. Dalam banyak kasus, ketika terjadi banjir bandang atau longsor, publik sering kali langsung menyimpulkan bahwa seluruh persoalan disebabkan oleh kerusakan hutan. Buku ini menunjukkan bahwa realitas di lapangan jauh lebih kompleks.

Melalui analisis curah hujan, citra satelit Global Forest Watch (GFW), citra Sentinel, dan identifikasi pusat-pusat longsor, penulis menemukan bahwa banyak titik longsor justru berada pada kawasan hutan yang masih berpenutupan hutan primer dan relatif terjaga, terutama pada bentang alam Bukit Barisan yang menjadi hulu berbagai sungai di Sumatera Barat.

Temuan ini tidak dimaksudkan untuk menafikan pentingnya menjaga hutan, tetapi justru memperkaya pemahaman bahwa bencana hidrometeorologi tidak dapat dijelaskan hanya dengan satu variabel. Pendekatan seperti ini menjadikan buku tersebut berbeda dari banyak narasi populer yang sering kali terlalu sederhana.

Perpaduan Ilmu Kehutanan dan Kebencanaan

Buku ini menarik karena memadukan perspektif kehutanan, hidrologi, klimatologi, dan pengelolaan daerah aliran sungai dalam satu kerangka analisis. Pembaca diajak memahami bagaimana curah hujan ekstrem, lereng yang curam hingga sangat curam, tanah inseptisol yang mudah jenuh air, dan material longsoran yang masuk ke badan sungai dapat secara bersamaan memperbesar risiko banjir bandang di wilayah hilir.

Dengan demikian, solusi yang ditawarkan juga tidak bersifat tunggal. Buku ini mendorong pentingnya kombinasi antara konservasi hutan, rehabilitasi lahan, pembangunan pengendali sedimen, sistem peringatan dini, serta pengelolaan tata ruang yang lebih adaptif terhadap risiko bencana.

Gaya Penyajian yang Komunikatif

Walaupun mengangkat tema yang cukup teknis, buku ini disusun dalam format infografis yang membuat informasi lebih mudah dipahami. Grafik, peta analisis, ilustrasi daerah aliran sungai, dan ringkasan data menjadi kekuatan tersendiri.

Pilihan format tersebut membuat buku ini tidak hanya relevan bagi akademisi dan praktisi kebencanaan, tetapi juga dapat dibaca oleh pengambil kebijakan, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat umum yang ingin memahami penyebab bencana secara lebih objektif.

Nilai Strategis bagi Sumatera Barat

Buku ini memiliki nilai strategis karena ditulis berdasarkan pengalaman empiris dan kondisi nyata Sumatera Barat. Daerah ini merupakan salah satu wilayah paling dinamis di Indonesia dari sisi geologi, topografi, dan iklim. Kombinasi pegunungan Bukit Barisan, curah hujan tinggi, serta kepadatan aktivitas manusia menjadikan Sumatera Barat sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.

Dalam konteks tersebut, buku ini dapat menjadi referensi penting untuk penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih berorientasi pada pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketahanan wilayah.

Catatan Kritis

Karena disajikan dalam format infografis, beberapa pembahasan ilmiah yang sebenarnya menarik belum dapat diuraikan secara mendalam. Pembaca yang ingin mengetahui metodologi analisis spasial, teknik interpretasi citra satelit, atau pendekatan statistik yang digunakan tentu akan membutuhkan publikasi ilmiah lanjutan.

Namun, sebagai buku yang bertujuan menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan publik, pilihan format tersebut justru menjadi keunggulan karena mampu menyederhanakan informasi kompleks tanpa kehilangan substansi utamanya.

Kesimpulan

Analisis Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat: Bicara Fakta dan Data merupakan buku yang penting, relevan, dan tepat waktu. Di tengah derasnya opini yang sering kali mendahului fakta, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bencana melalui pendekatan yang lebih rasional, komprehensif, dan berbasis bukti.

Pesan utama buku ini sangat jelas: bencana tidak boleh dianalisis dengan prasangka, melainkan dengan data. Hanya dengan memahami fakta secara utuh, kebijakan yang tepat dapat dirumuskan dan keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin.

Buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang percaya bahwa pengelolaan lingkungan, pembangunan daerah, dan pengurangan risiko bencana harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, bukan sekadar asumsi.

RESENSI BUKU 


Satu Tahun Bersama Rimbawan Sumbar

Penulis: Ferdinal Asmin
Penerbit: Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat
Tahun Terbit: 2026

Hutan, Masyarakat, dan Masa Depan Sumatera Barat

Buku Satu Tahun Bersama Rimbawan Sumbar bukan sekadar laporan kinerja tahunan sebuah organisasi perangkat daerah. Buku ini merupakan dokumentasi perjalanan pembangunan kehutanan Sumatera Barat selama periode Juni 2025 hingga Juni 2026 yang disajikan dalam format infografis yang menarik, mudah dipahami, dan kaya data.

Sejak halaman awal, pembaca diajak memahami bahwa pembangunan kehutanan tidak lagi semata-mata berbicara tentang pohon, kawasan hutan, atau konservasi, melainkan tentang bagaimana hutan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan sumber daya alam. Gagasan tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh isi buku.

Kekuatan Buku

Salah satu kekuatan utama buku ini adalah kemampuannya menjembatani bahasa teknokratis kehutanan dengan bahasa publik. Berbagai program seperti Perhutanan Sosial, rehabilitasi hutan dan lahan, perlindungan hutan, pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE), hingga pengembangan agroforestri disajikan secara ringkas namun informatif.

Buku ini juga menunjukkan bahwa pembangunan kehutanan di Sumatera Barat telah bergerak menuju pendekatan yang lebih holistik. Hutan diposisikan sebagai:

  • Penyangga air dan energi.
  • Relung pangan masyarakat.
  • Penopang ekonomi petani hutan.
  • Habitat keanekaragaman hayati.
  • Instrumen mitigasi perubahan iklim.
  • Modal pembangunan daerah jangka panjang.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pemikiran penulis yang selama bertahun-tahun banyak menulis mengenai perhutanan sosial, modal sosial, aksi kolektif masyarakat, dan pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.

Nilai Strategis

Buku ini penting karena hadir pada saat sektor kehutanan menghadapi tantangan besar, mulai dari perambahan hutan, pertambangan tanpa izin, kebakaran hutan dan lahan, hingga dampak perubahan iklim. Alih-alih hanya menampilkan capaian, buku ini juga mengakui adanya tantangan yang masih harus dihadapi bersama.

Bagi kalangan birokrasi, buku ini dapat menjadi model pelaporan pembangunan yang komunikatif. Bagi akademisi, buku ini menyajikan data dan pengalaman lapangan yang dapat menjadi bahan pembelajaran. Sementara bagi masyarakat umum, buku ini memperlihatkan bahwa keberhasilan menjaga hutan sesungguhnya sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil.

Catatan Kritis

Sebagai buku infografis, kedalaman analisis pada beberapa tema tentu tidak dapat disajikan secara rinci. Pembaca yang ingin memahami lebih jauh mengenai metodologi pengukuran kinerja, dinamika sosial masyarakat sekitar hutan, atau aspek ekonomi kehutanan perlu merujuk pada publikasi lain yang lebih akademik.

Namun demikian, keterbatasan tersebut justru merupakan konsekuensi dari pilihan format buku yang memang ditujukan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Kesimpulan

Satu Tahun Bersama Rimbawan Sumbar adalah buku yang berhasil mengubah laporan kinerja menjadi narasi pembangunan. Buku ini tidak hanya mencatat apa yang telah dilakukan, tetapi juga mengingatkan mengapa hutan harus dijaga.

Pesan penutup buku ini menjadi inti dari seluruh gagasan yang dibangun:

"Hutan adalah Kita di Masa Depan."

Kalimat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk melihat hutan sebagai sumber air, pangan, energi, keanekaragaman hayati, dan kesejahteraan generasi mendatang. Dengan bahasa yang sederhana, visual yang kuat, dan pesan yang jelas, buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang peduli terhadap masa depan Sumatera Barat dan masa depan hutannya. 

Sabtu, 19 Mei 2018

Biodata


Pendidikan_________________________________________________

1983 - 1989                            SDN 36 Padang

1989 - 1992                            SMPN 9 Padang

1992 - 1995                            SMAN 1 Padang

1995 - 1999                            Universitas Andalas, STP  
(Sarjana)                                 Program Studi   : Teknik Pertanian  
                                               Pembimbing      : Ir. Syuhinar Bustami, M.Sc dan Ir. Hamdan Husni, SU    

2002 - 2004                            Universitas Gadjah Mada, MP
(Master)                                  Program Studi   : Ilmu Kehutanan
                                               Pembimbing      : Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, MS

2013 - 2017                            Institut Pertanian Bogor, Dr
(Doktor)                                 Jurusan              : Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan
                                               Pembimbing      : Prof. Dr. Ir. Dudung Darusman, MA; Prof. Dr. Ir. Didik Suharjito, MS; dan Dr. Ir. Iin Ichwandi, M.Sc.Forest.Trop.

Pengalaman Kerja ________________________________________

Maret 2000 -                         Staf Sub Dinas Keamanan dan Penyuluhan, Dinas Kehutanan Agustus 2002                                    Provinsi Sumatera Barat

Agustus 2002 -                        Tugas Belajar S-2, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Maret 2005                             

Maret 2005 -                        Staf Sub Dinas Pengamanan dan Perlindungan Hutan, Dinas Juli 2006                                        Kehutanan Provinsi Sumatera Barat

Juli 2006 -                           Staf Sub Dinas Bina Hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Februari 2008                                    Barat

Februari 2008 -                       Kepala Seksi Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Dinas
Januari 2009                            Kehutanan Provinsi Sumatera Barat

Januari 2009 -                         Kepala Seksi Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, Dinas
Agustus 2013                          Kehutanan Provinsi Sumatera Barat

Agustus 2013 -                        Tugas Belajar S-3, Institut Pertanian Bogor
30 April 2018                         


Pengalaman Penelitian/Kajian_______________________________

1999                Modifikasi Ripple Mill untuk Pemecah Klatak Biji Melinjo
Penelitian Skripsi pada Fakultas Pertanian Universitas Andalas

2004                Perencanaan Pengembangan Ekowisata pada Kawasan Cagar Alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat
Penelitian Tesis pada Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang didukung dengan Beasiswa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat

2012                Pengukuran Karbon pada Kawasan Hutan Nagari di Jorong Simancuang, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat
Kerjasama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat dengan Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli
2012                Penyusunan Strategi Implementasi REDD+ Sumatera Barat
Kerjasama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat dengan Satgas REDD+ Indonesia

2015                Penyusunan Rancangan Agroforestry di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Kerjasama Institut Pertanian Bogor dengan Balai Pengelolaan DAS Ciliwung

2017                Modal Sosial dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di Sumatera Barat
Penelitian Doktor pada Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor yang didukung dengan Beasiswa LPDP





Pengalaman Tugas Dalam Satuan Tugas/Tim_________________

2011 - 2013     Anggota Tim Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) Sumatera Barat
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat

2012 - 2013     Ketua Kelompok Kerja (POKJA) Pengembangan Perhutanan Sosial Sumatera Barat
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat

Pengalaman Diklat/Kursus_________________

2001                Diklat AMDAL Tipe A
Diselenggarakan oleh Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Andalas

2009                Diklat Kepemimpinan Tingkat IV
Diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sumatera Barat

2012                Pelatihan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat
Diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia

Penghargaan   ___________________________________________

1998                Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Pertanian Universitas Andalas
Diberikan oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

1999                Lulusan Terbaik dan Cum Laude dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas
Diberikan oleh Rektor Universitas Andalas

2004                Lulusan Cum Laude dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Diberikan oleh Rektor Universitas Gadjah Mada

2009                Peserta Terbaik Kedua pada Diklat Kepemimpinan IV
Diberikan oleh Kepala Badan Diklat Daerah Provinsi Sumatera Barat
                                   
2012               Satya Lencana Setia 10 Tahun
Diberikan oleh Presiden Republik Indonesia

Afiliasi Profesional ______________________________________
           
Reviewer
Jurnal Studi Komunikasi, Universitas Dr. Soetomo
Asia Conference of Social Science, IAFOR

           

Publikasi ___________________________________________________

Artikel Jurnal

Asmin, F., Darusman, D., Ichwandi, I., & Suharjito, D. (2016). Local Ecological Knowledge on Forest Clearing: A Case Study of Parak and Rimbo Practices in Simancuang Community, Indonesia. KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE, 8(2), 208-220. doi:10.15294/komunitas.v8i2.5856. Terakreditasi B oleh DIKTI.

Asmin, F., Darusman, D., Ichwandi, I., & Suharjito, D. (2017). Elaborating the Attributes of Local Ecological Knowledge: A Case Study of Parak and Rimbo Practices in Koto Malintang Village. Advanced Science Letters, 23(4), 2812-2817. doi:10.1166/asl.2017.7682. Terindeks Scopus.

Asmin, F., Darusman, D., Ichwandi, I., & Suharjito, D. 2017. Social Capital of Parak and Rimbo Management in West Sumatra. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 23(3), 140-249. International reputable journal yang terakreditasi A oleh DIKTI.

Asmin, F. 2017. The Model of Community Learning Center Development: A Case Study of PKBM Assolahiyah in West Java Province. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 6(2), 61-69.


Buku

Hermansah, Ranti, G., Aisyah, S., Jusmalinda, Asmin, F., Mutiara, V.I., Daus, R., & Boyce, A.W. (2013). Strategi dan Rencana Aksi Provinsi untuk Implementasi REDD+Padang. Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat dan Satuan Tugas REDD+ Indonesia.


Makalah Seminar Nasional dan Internasional

Asmin, F. (2015). Diskursus Teknologi: Posisi Pengetahuan Lokal Mendukung Kedaulatan Pangan. Seminar Nasional “Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan: Tantangan dan Peluang Implementasi Teknologi dalam Perspektif Nasional”, tanggal 7 Oktober 2015 di Politani Payakumbuh.

Asmin, F. (2015). Pengelolaan Hutan Nagari di Sumatera Barat (Studi Kasus Areal Kelola Hutan Nagari di Jorong Simancuang Provinsi Sumatera Barat). Seminar Nasional FMIPA Universitas Terbuka, tanggal 22 Oktober 2015 di Jakarta.

Asmin, F., Darusman, D., Ichwandi, I., & Suharjito, D. (2017). Elaborating the Attributes of Local Ecological Knowledge: A Case Study of Parak and Rimbo Practices in Koto Malintang Village. International Conference on Social Science and Humanities, on April 19-21, 2016 in Kinabalu, Malaysia.

Asmin, F. (2016). Reforma Agraria Bidang Kehutanan: Sebuah Tinjauan Politik Simbolik. Konferensi Nasional Sosiologi V dengan Tema "Gerakan Sosial dan Kebangkitan Bangsa", pada tanggal 18-19 Mei 2016 di Padang.

Asmin, F., Darusman, D., Ichwandi, I., & Suharjito, D. (2017). Collective Action of Parak and Rimbo Management in West Sumatra. The 3rd International Seminar on Conflict Resolution and Community Development (ISCR) “Conflict Management in Social Life”, on August 29, 2017 in Bogor, Indonesia.


Naskah Artikel yang Sedang Proses Review ________________

Asmin, F., Darusman, D., Ichwandi, I., & Suharjito, D. (second review). The Policy of Community-Based Forest Management in West Sumatra. Land Use Policy, Elsevier Publisher and indexed scopus.

Asmin, F. (sedang editing). Budaya dan Pembangunan Ekonomi: Sebuah Kajian terhadap Artikel Chavoshbashi dan Kawan-Kawan. Jurnal Studi Komunikasi, Universitas Dr. Soetomo dan terindeks DOAJ.

Asmin F. (sedang review). Konstruksi Modal Sosial bagi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat: Sebuah Kerangka Konseptual. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Pendidikan Ganesha dan terindeks DOAJ.

Belajar Agama: Yang Merugi


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil‘alamin. Wal’aaqibatal lil muttaqiin. Washolatu wassalamu ala asrofil ambiyaa’i wal mursalin. Wa ala alihi washohbihi aj’main. Amma Ba’du.

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmatnya yang telah diberikan kepada kita semua. Nikmat sehat, nikmat taufik hidayah inayah, dan nikmat yang paling besar adalah nikmat Iman & Islam. Shalawat serta salam tak lupa kita sampaikan untuk nabi besar Muhammad SAW.

Kembali kita mengupas makna dibalik ayat-ayat dalam surat Al-Baqarah. Kita lanjutkan dengan ayat 11-20, sebagai berikut:

Surat Al-Baqarah Ayat 11
Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".

Surat Al-Baqarah Ayat 12
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
Surat Al-Baqarah Ayat 13
Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman". Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.
Surat Al-Baqarah Ayat 14
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".
Surat Al-Baqarah Ayat 15
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
Surat Al-Baqarah Ayat 16
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
Surat Al-Baqarah Ayat 17
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
Surat Al-Baqarah Ayat 18
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
Surat Al-Baqarah Ayat 19
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.
Surat Al-Baqarah Ayat 20
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Sepuluh ayat di atas menjelaskan petunjuk Allah selanjutnya tentang orang-orang yang merugi dari ayat-ayat sebelumnya. Mereka yang merugi adalah mereka yang berbuat sia-sia, yang berbuat bodoh, dan yang berolok-olok dalam perbuatan. Mereka yang merugi juga merupakan mereka yang dibiarkan tersesat oleh Allah SWT, sebagaimana juga orang-orang kafir.

Cara Allah SWT membiarkan mereka tersesat adalah dengan mata, telinga, dan mulut yang tidak bisa menerima petunjuk Allah SWT. Mungkin ketika apa yang tersirat tak tersingkap karena ragu dengan apa yang tersurat. Mungkin mereka mengakui adanya petunjuk Allah SWT, namun mata, telinga, dan mulut mereka enggan menerima. Mungkin mereka merasakan sebuah petunjuk, namun tak menyadari bahwa mereka tidak akan sampai pada tujuan.

Awal surat Al-Baqarah (ayat 1-20) memberikan kategorisasi manusia di muka bumi yang dijelaskan dengan detail oleh Allah SWT. Ulama mengkategorikannya dengan orang taqwa, orang kafir, dan orang munafik. Orang kafir dan orang munafik mendapat hukuman amat berat dari Allah SWT di hari pembalasan nantinya dan merupakan orang-orang yang merugi. Maha Benar Allah dengan segala firman-NYA.

Mohon maaf bila ada kekeliruan. Baarakallahu lii wa lakum fiil quranil adhiim, wa nafa’ni wa iyyakum bimaa fiihi mina aayaati wadz dzikrul hakiim, wa taqabbal minni wa minkum tilaawawatahu, innahu huwas samii’ul aliim, aquulu qauli hadzaa wastaghfirullahl adhiim lii wa lakum wa lisaairi muslimiin, fas taghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Padang, 19 Mei 2018

Belajar Agama: Yang Bertaqwa dan Yang Kafir

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil‘alamin. Washolatu wassalamu ala asrofil ambiyaa’i wal mursalin. Wa ala alihi washohbihi wamangtabi’ahum bi ihsaani ila yaumiddiin. Amma Ba’du.

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmatnya yang telah diberikan kepada kita semua. Nikmat sehat, nikmat taufik hidayah inayah, dan nikmat yang paling besar adalah nikmat Iman & Islam. Shalawat serta salam tak lupa kita sampaikan untuk nabi besar Muhammad SAW.

Berikut ini disampaikan ayat 1-10 dari Surat Al-Baqarah yang lengkap dengan artinya.

الٓمٓ 
Alif laam miim

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنفِقُون
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

أُو۟لٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

خَتَمَ اللهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصٰرِهِمْ غِشٰوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِاللهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

يُخٰدِعُونَ اللهَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.


Memperhatikan 10 ayat pertama dari surat Al-Baqarah ini, Allah SWT memberikan penjelasan tentang orang bertaqwa dan orang kafir. Melalui penegasan terhadap tidak boleh adanya keragu-raguan akan Al-Quran, Allah SWT menjamin orang-orang taqwa dengan petunjuk-petunjuk yang disampaikan dalam Al-Quran. Jika kita ingin menjadi orang-orang taqwa, maka petunjuk-petunjuk tersebut akan menjadikan kita sebagai orang-orang yang beruntung.

Allah SWT menyebutkan 5 tanda-tanda orang bertaqwa, yaitu beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, menafkahkan sebagian hartanya, beriman pada Al-Quran dan kitab-kitab sebelumnya, dan yakin dengan akhirat. Seiring dengan itu, tanda-tanda orang kafir adalah dengan menegasikan tanda-tanda orang bertaqwa tersebut.

Orang-orang kafir adalah mereka yang tidak akan diberi petunjuk oleh Allah SWT karena penglihatan dan pendengarannya telah dikunci mati oleh Allah SWT. Jika orang bertaqwa akan beruntung, maka orang kafir akan merugi.

Ada juga orang-orang yang berkata bohong, suka menipu, dan memiliki penyakit hati. Tindakan orang demikian juga akan dihukum sama dengan orang kafir. Orang demikian juga akan merugi dan sia-sia karena mereka secara tidak sadar telah menipu diri sendiri.

Tentunya, kita seharusnya memilih menjadi orang-orang bertaqwa agar mendapatkan keberuntungan dari petunjuk-petunjuk Allah SWT.

Mohon maaf bila ada kekeliruan. Wabillaahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Padang, 18 Mei 2018